News Update :

Pak Jaksa Juga Dilibatkan untuk Monitoring Hasil Pembangunan yang Suber Dananya Berasal dari APBD 2011

Thursday, December 29, 2011 5:00 PM

Bupati Tinjau Kembali Proyek Infrastruktur Jelang Akhir Tahun

KARAWANG - Guna melihat secara langsung kualitas dan hasil pengerjaan program pembangunan infrastruktur, Bupati Karawang, H. Ade Swara bersama unsure Muspida,     dan  Ketua DPRD, kembali melihat hasil proyek pembangunan APBD 2011 yang dikerjakan rekanan Pemkab setempat. Peninjauan Kembali (PK) tersebut ikut juga dilibatkan dari pihak Kejaksaan setempat yang diwakili Kasie Pidsus, Aji Kalbu Pribadi, ke sejumlah titik pembangunan infrastuktur. Sejumlah titik yang ditinjau tersebut merupakan program pembangunan infrastruktur  yang telah dilaksanakan pada tahun 2011, serta program yang akan diprioritaskan pada tahun 2012 mendatang.
Bupati Karawang, H. Ade Swara, Kamis (29/12) mengatakan, sebagaimana yang terlihat di Desa Sedari, Kec. Tirtajaya, pada tahun 2011 ini, terdapat pembangunan 2 unit jembatan sepanjang 60 dan 50 m yang menghubungkan Desa Sedari dengan dunia luar, dimana sebelum adanya jembatan ini, desa tersebut seakan menjadi desa terisolasi dan harus dicapai dengan menggunakan transportasi air. Tentunya dengan adanya jembatan ini, Desa Sedari dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat,” jelasnya.
Lebih lanjut Bupati Ade Swara mengatakan, dari hasil monitoring tersebut, ke depan Pemerintah Daerah memiliki pekerjaan yang sangat besar yang harus diselesaikan. Untuk itu, pihaknya akan tetap memprioritaskan pada pembangunan Infrastruktur, diikuti dengan pembangunan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan, dan lainnya. Sedikitnya alokasi anggaran hampir mencapai Rp. 400 miliar telah dialokasikan pada APBD 2012, yang diantaranya dikelola oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan sebesar Rp. 285 miliar, dan Dinas Cipta Karya Rp. 107 miliar.
Bupati menambahkan, salah satu yang menjadi prioritas untuk diselesaikan adalah pembangunan infrastruktur jalan di wilayah jalur Panyingkiran – Cilebar, jalur yang baru saja dikunjungi serta wilayah Karawang Selatan, yaitu jalur Badami – Loji. Volume pekerjaan di jalur tersebut diperkirakan membutuhkan alokasi anggaran hampir mencapai Rp. 30 miliar, yang terdiri dari jalur Badami – Pangkalan sebesar Rp. 23 miliar, serta Pangkalan – Loji Rp. 6 miliar lebih. Meskipun demikian, perbaikan di jalur tersebut secepatnya akan diselesaikan, dan Insya Allah dapat dikerjakan pada tahun 2012 mendatang.
Kaitan dengan infrastruktur penunjang kegiatan pelayanan publik dan aktifitas masyarakat lainnya, Pemerintah Daerah akan memprioritaskan pada beberapa poin penting. Diantaranya adalah untuk rehabilitasi gedung sekolah dan penyedian ruang kelas baru, penyelesaian pembangunan gedung prototype kantor desa, serta perbaikan jalan lingkungan di berbagai wilayah kecamatan dan desa di Kab. Karawang.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah memiliki program rutin yang akan tetap diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta penyediaan MCK. Untuk tahun ini, Pemerintah Daerah telah memberikan bantuan untuk rehabilitasi sebanyak 415 rumah tidak layak huni. Sedangkan MCK sendiri sangat penting untuk peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus menghilangkan keberadaan jamban tempat buang air besar yang masih terdapat di sepanjang bantaran sungai dan irigasi.
Di sisi lain, dari hasil monitoring tersebut, Bupati menilai bahwa Desa Sedari, sebagai salah satu desa terluar yang terletak dipantai utara Karawang tersebut memiliki potensi pariwisata yang cukup potensial untuk dapat dikembangkan. Hal ini karena, menurut Bupati, desa tersebut memiliki letak, posisi, serta kondisi yang sangat unik. Yang tentunya bila dikembangkan secara tepat dapat menjadi objek wisata yang potensial.
Sementara itu, sejumlah titik ditinjau Bupati dan rombongan pada kesempatan tersebut. Titik pertama adalah SMK Negeri 1 Karawang. Di titik tersebut, 8upati Ade Swara menyempatkan diri untuk berdialog dengan kepala sekolah, pengawas proyek, serta rekanan pelaksana proyek. Titik selanjutnya adalah SDN Rengasdengklok Selatan II, di Kec. Rengasdengklok. SD ini merupakan salah satu gedung SD Percontohan, yang memiliki 3 lantai  dengan luas mencapai 3.085 m2, dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti 12 ruang kelas, 2 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang tata usaha, 2 ruang kesenian, 1 ruang pramuka, 1 ruang UKS, 12 WC  murid, 6 WC guru, dan ruang serbaguna.

Titik berikutnya yang ditinjau rombongan Bupati adalah pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di samping Masjid Nurussa'adah, Kp. Tengah II, Desa Telukbango, Kec. Batujaya. Di titik tersebut, pekerjaan dilakukan di ruas jalan sepanjang 268 m dengan lebar 2m.  Peninjauan berlanjut ke SDN Pisangsambo I, Kecamatan Batujaya, yang tengah dilakukan pembangunan 3 unit ruang kelas baru dengan luas mencapai 216 m2.
Rombongan selanjutnya menuju Kantor Desa Pisangsambo. Kantor Desa Pisangsambo merupakan salah satu kantor desa prototipe di Kab. Karawang yang memiliki fasilitas ruangan untuk bidan desa, babinsa, babinkamtibmas, serta ruangan perpustakaan desa. Sedangkan lokasi lainnya adalah pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jalan di beberapa titik, yaitu jalan beton Pisangsambo - Pangakaran sepanjang 1.095 m dan lebar 4 m, jalan hotmix Pisangsambo - Pangakaran sepanjang 1.525 m dan lebar 4 m, peningkatan jalan beton Pangakaran sepanjang 1.215 m dengan lebar 4 m, serta perkerasan jalan dengan sirtu di ruas jalan Srikamulyan - Sedari sepanjang 7.800 m dan lebar 3 m. Titik lain yang turut ditinjau adalah jembatan Sedari, Kec. Cibuaya yang merupakan bantuan CSR dari PT. Pertamina.**
 

Wednesday, December 28, 2011 5:56 PM

Bupati Karawang Pusing
Jika Muncul Pembuangan Limbah Bermasalah Pengepulnya Bos Tulus Lagi-Bos Tulus lagi
KARAWANG - Bupati Karawang, H. Ade Swara mengaku merasa pusing menyusul sering terjadinya pembuangan limbah B3 bermasalah  di sekitar perkampungan penduduk di kabupaten yang dipimpinnya, ternyata diketahui pengepulnya bos Tulus terus. Lebih parah lagi, saat pihak Pemkab melakukan penertiban di beberapa lokasi tempat pembuangan limbah B3 tadi ternyata di belakangannya diketahui ada oknum aparat penegak hukum ikut terlibat.
         Bupati mengakui, bahwa Bos Tulus selaku pengepul limbah B3 belakangan ini telah membuang limbah yang diduga berbahaya ke bekas galian pasir Dusun Udug-udug, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Dusun Kalijaya, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, areal pesawahan Dusun Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Barat, Kampung Babakan Gebang Kelurahan Plawad, kecamatan Karawang Timur, Kampung Buher, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. Dan bahkan yang terbaru Bos Tulus telah membuang limbah ke Desa Karangjati, Kecamatan Pedes. " Saya pernah menurunkan tim ke tempat pembungan limbah B3 Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pangkalan, ternyata setelah diselidiki ada oknum polisi segala di belakanganya," kata bupati Karawang, Selasa malam (27/12) di ruang kerjanya saat menerima delegasi warga Mulyasejati, sukamakmur serta aktivis lingkungan hidup dari Langit Biru dan forum cinta Danau.
          Menurut Bupati, seharunya tidak terjadinya limbah B3 atau jenis apapun dari luar kabupaten masuk ke Kabupaten Karawang. Kenapa demikian?, selain Kabupaten Karawang belum memiliki tempat pengolahan limbah, TPS dan TPA untuk limbah B3, baik milik Pemkab maupun pihak swasta. " Kabupaten Karawang belum memiliki tempat pengolahan Limbah B3 seperti di daerah Cibinong," kata H. Ade Swara seraya menjelaskan ke dua warga desa yang belakangan ini perkampungannya dijadikan tempat penimbunan limbah b3 oleh Bos Tulus.
           Dalam hal ini, H. Ade Swara mengaku pernah mengunjungi gudang tempat pengolahan limbah B 3 milik Bos Tulus di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, arealnya menempel di tanggul  saluran aliran air menuju Kali Malang. Namun kedatangan saya di situ bukan berarti melegalkan tempat pengolahan limbah tersebut, tetapi saya sebagai bupati telah dilapori bahwa di wilayah Kecamatan Ciampel ada Bos pengepul limbah yang disinyalir nakal.
            Bupati Karawang, H. Ade swara menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Ciampel, khususnya warga Desa Mulyasejati, agar jangan resah dan tetap tenang menyusul adanya kabar bahwa kecamatan itu akan dijadikan area zona pengolahan limbah B3. Baik bupati maupun pihak DPRD Karawang, kata H. Ade Swara, hingga kini belum menetapkan Kecamatan Ciampel bahan dijadikan zona tersebut.
             Namun kata, Bupati, baik Bupati maupun DPRD belakangan ini tengah berembuk bagaimana cara mengatasi pengolahan limbah yang berasal dari zona dan kawasan industri di Kabupaten Karawang itu sendiri. " Pemerintah Kabupaten Karawang antara legeslatif dan eksekutif sedang berembuk bagaimana bisa memiliki pengolahan limbah B3 seperti yang sudah berdiri di Cibinong Bogor, sehingga oprasionalnya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,' kata Bupati Karawang, H. Ade Swara. **










           


Monday, December 26, 2011 5:17 PM

Mendadak Datang ke lokasi Pembuangan Limbah
Warga Desa Mulyasejati Kecewa Terhadap Tim Kementrian LH

KARAWANG - Sejumlah warga Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang,mengaku merasa keweca terhadap  Tim dari Kementrian lingkungan hidup yang " Ujug-ujug " (mendadak)  datang ke lokasi tempat pembuangan di Kampung Udug-udug. Padahal, saat mereka bersama aktivis lingkungan hidup forum Cinta Danau mendatangi kantor Kemen-LH guna mengadukan telah terjadinya penimbunan limbah yang diduga B3, ke dua belah pihak sepakat jika tim akan turun ke TKP tiga hari sebelumnya akan dilakukan pemberitahuan agar tidak menimbulkan kerancuan saat melakukan verifikasi.
          Kekecewaan warga Desa Mulyasejati diperparah lagi, ketika melihat bos pengepul limbah B3 PT. Tenang Jaya sudah berkumpul bersama tim verifikasi dari Kemen-LH tadi. " Tim dari Kemen-LH yang diturunkan ke tempat pembuangan limbah B3 desa Mulyasejati tidak konsekwen, dan diduga berpihak kepada bos pengepul limbah B3 PT. Tenang Jaya, sehingga hasil verifikasinya ke tempat pembuangan limbah tersebut sangat dipertanyakan," kata Suryana, warga Dusun Udug-udug.
           Menurut Suryana, pimpinan Tim dari Kemen-LH, I.R, Aep Purnama, jangan hanya menerima laporan lisan dari bos pengepul limbah B3 PT. Tenang Jaya, Tulus Widodo, dimana disebutkan dalam rencana tindak lanjut, bahwa PT. Lancar Abadi siap melakukan pengangkatan kembali atau Clean up dengan bantuan PT. Tenang Jaya Sejahtra. " Ini jelas Bos PT. Tenang Jaya mau buang badan, kok untuk melakukan pengangkatan dilimbahkan ke PT. Lancar Abdi dan PT Lancar Abadi itu siapa," kata Suryana.
           Suryana menegaskan, bos pengepul limbah B3 yang menimbun barangnya di lokasi bekas galian pasir, membuat pernyataan itu bukan dengan pihak Tim dari Kemen-LH, saja yang dilakukan Jumat (16/12) kemarin, tetapi pada tanggal 31 Januari 2011 pun hal sama ikut dibuat dan dituangkan lewat berita acara yang disaksikan, Camat, Kapolsek, Ciampel serta warga Desa Mulyasejati dan di berita acara jelas-jelas Tulus Widodo mengakui sebagai Direktur PT. Tenang Jaya Sejahtra. " Di BA (Berita Acara) yang masih kami pegang jelas dia mengakui bahwa limbah yang saat ini dibuang di Dusun udug-udug, akan diangkut oleh perusahaan kami dan selanjutnya akan dibuang di tempat lain," tegas Suryana
       Sementara Tim dari Kemen-LH yang terdiri dari Ir. Aep Purnama, feredirus Biyang, ST, Mochamad Faisal, S.Kom, Sari Pudji Astuti,, S, SI, MSI, F. Binar Turmindi, SH dan Haryanto, lewat lampiran berita acara menyebutkan,bahwa ditemukan timbunan limbah yang diduga berupa abu incinerator dan sludge IPAL di 3 lokasi titik bidang tanah seluas 4 hektar di Dusun Udug-udug, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Tim juga menyebutkan, di lokasi tempat ditemukannya timbunan limbah tersebut merupakan areal bekas galian pasir seluas 4 hektar milik PT. Abadi yang telah dibeli oleh saudara Tulus Widodo.
       Dari hasil pengamatan Tim Kemen-LH, katanya, limbah yang diduga ditimbun di lokasi I hingga kini masih belum diangkat, di lokasi II sudah diangkat sebagian dan masih ditemukan sisa limbah abu incinerator dan sludge IPAL yang belum dianglat, dan limbah di lokasi III belum diangkat.
Lewat BA (Berita Acara) itu juga disebutkan, bahwa limbah dari lokasi II sudah diangkat dilakukan selama dua kali dimana yang pertama berdasarkan surat pernyataan PT. Tenang Jaya Sejahtra nomor: 018/TJS/II/2011 tertanggal 1 Februari 2011, disaksikan pihak BPLH Karawang. Kemudian pengangkatan  pengangkatan yang ke dua pun disaksikan oleh pihak BPLH Karawang, pihak kecamatan Ciampel, perwakilan Desa Mulyasejati,  dan disaksikan saudara Suryana sebagai pelapor yang dilaksanakan pada tanggal 01 Nopember 2011, hasil pengangkatan tersebut dimamfaatkan sebagai batako olh PT. Tenang jaya Sejahtra.
        Dalam hal ini, katanya, pihak Kementrian lingkungan Hidup akan memfailitasi pertemuan dengan pihak terkait yakni, BPLH, Satpol PP Karawang, Camat Ciampel, Forum kepala Desa Ciampel, wakil mayarakat Desa Mulyasekati dan aktivis lingkungan hidup Cinta Danau di sekitar PT. Lncar Abadi dan PT. Tenang jaya Sejahtra, untuk menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.Tim juga melakukan verifikasi terhadap adanya dugaan dumping limbah di lokasi tersebut, dengan Kabid Pengawasan BPLH Karawang, Endang Sutarna, Camat Ciampel, Asep Cece Juhandi, Kades Mulyasejati, Adang Ewin, Ketua Forum Kades Ciampel, H. M. Artasim Basyari, Direktur PT. Tenang Jaya Sejahtra, Tulus Widodo, Agus Suntara dan Dayat aktivis lingkungan Hidup Cinta Danau.**

Kepala Dinas Budpar Karawang, Drs. H. Acep Jamhuri Tengah memaparkan Potensi Wisata di Kabupatennya

Friday, December 23, 2011 5:26 PM

Potendi Wisata Dikembangkan
Pemkab Gali Sejarah dan Budaya Asli Karawang
KARAWANG -  Tampaknya Kabupaten Karawang memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan keberadaannya. Ini bisa diketahui setelah belakangan ini oleh para ahli ditemukan situs wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, dan berbagai situs wisata lainnya yang telah secara rutin dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
                 Bupati Karawang, H. Ade Swara, Jumat (23/12) dalam upaya mengembangkan berbagai potensi wisata yang ada tersebut, Pemkab saat ini tengah berupaya untuk menggali sejarah, seni dan kebudayaan yang merupakan produk asli Karawang. Upaya inilah yang mejadi fokus dan prioritas kegiatan sepanjang tahun 2011 yang telah dilakukan oleh Disbudpar dalam rangka pembangunan serta pelestarian kebudayaan dan pariwisata di Kab.  Karawang. Terlebih Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Kab. Karawang telah mengakar dari sejarah, seni, dan kebudayaan asli Karawang yang telah ada.
Salah satu langkah yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah pada tahun 2011 ini adalah dengan menyusun dan me-launching Buku Sejarah Karawang. Buku tersebut berisikan sejarah Kab. Karawang dari masa ke masa, mulai dari ditetapkannya Singaperbangsa sebagai Adipati di wilayah Karawang oleh Sultan Agung. Periode ini menandai berdirinya Kab. Karawang, 377 tahun lalu. Buku Sejarah Karawang tersebut akan terus diperbarui seiring dengan terungkapnya berbagai fakta sejarah yang baru.
Selain itu, Pemerintah Daerah saat ini tengah melakukan penelusuran jejak peradaban Kerajaan Taruma Negara dan kerajaan tatar Sunda lainnya yang dahulu pernah mengambil tempat di Kab. Karawang. Upaya ini sendiri diharapkan dapat semakin memperjelas kondisi Kab. Karawang di masa lampau. Berdasarkan fakta sejarah yang ada, kehidupan masyarakat Karawang cukup pesat di masa lalu. Bahkan beberapa temuan terbaru mengindikasikan bahwa pusat Kerajaan Tarumanegara berada di Karawang, bukan di Bogor, yang merupakan lokasi ditemukannya Prasasti Ciaruteun.
Upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah adalah melalui pelestarian berbagai macam kesenian dan kebudayaan tradisional Karawang, termasuk diantaranya dengan membangkitkan kembali batik asli Karawang yang telah cukup lama hilang. Upaya tersebut telah diawali dengan mendesain batik yang bercirilan khas Karawang bekerja sama dengan kalangan akademisi. Namun demikan, hal tersebut cukup sulit dan penuh tantangan, karena di Karawang sudah tidak terdapat lagi perajin batik yang mahir menggunakan canting.
Terkait dengan beragam potensi sejarah, seni, dan budaya asli Karawang tersebut, Pemerintah Daerah tengah menjajaki pembangunan lokasi wisata bertajuk Kampung Budaya Gerbang Karawang. Pembangunan kampung budaya tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana yang cukup besar. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, pembangunan kampung budaya tersebut akan dibangun secara bertahap dengan menggunakan anggaran multi-years. Salah satu yang tengah dalam proses pembahasan adlah penyediaan lahan seluas 1 hektar, dengan akses jalan yang cukup luas.
Selain menjalankan berbagai program pelestarian seni dan budaya tersebut, Pemerintah Daerah juga telah menjalankan sejumlah kegiatan dalam upaya promosi dan menarik minat masyarakat dan generasi muda untuk ikut peduli terhadap seni dan budaya asli Karawang. Salah satunya adalah dengan menggelar Festival Kaulinam Budak Lembur; Workshop Teater Antar Pelajar dan Festival Musik; Gelaran Hajat Budaya Tatar Karawang; Festival Juru Kawih dan Rebab; Pemilihan Mojang Jajaka Karawang; Pameran Budaya; serta Revitalisasi Kreatifitas Budaya Lokal.
Disisi lain, berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Disbudpar hingga bulan Oktober 2011, jumlah wisatawan pengunjung obyek wisata utama di Kab. Karawang menunjukkan angka yang cukup tinggi. Di Pantai Samudera Baru jumlah wisatawan telah mencapai 135.556 orang, Tanjung Pakis 109.178 orang, Mekar Buana 64.616 orang, dan Tanjung Baru 14.052. Total jumlah wisatawan di keempat obyek wisata unggulan tersebut telah mencapai 324.402 orang.**



Para Pentolan DPRD Karawang Tengah Mengesahkan 4 Perda

Thursday, December 22, 2011 6:32 PM

Di Karawang 4 Perda Disyahkan Sekaligus Lewat Paripurna DPRD

KARAWANG- Diduga  sejumlah anggota dewan Karawang tidak mau terjadi kasus Semarang terulang di karawang guna menutup celah tersebut  dan takut digabruk(tertangkap) KPK empat Perda disyahkan secara sekaligus lewat Paripurna DPRD setempat. Ke empat Raperda ditetapkan menjadi Perda yakni,
Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Raperda APBD Tahun Anggaran 2012, Raperda Retribusi Jasa Usaha, dan Raperda Retribusi Perizinan Tertentu. Penandatangan kesepakatan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara serta unsur pimpinan DPRD Kab. Karawang pada Sidang Paripurna yang berlangsung, Kamis (22/12).
Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut mengatakan, sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2004 tentang “Pemerintahan Daerah”, Pemkab Karawang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya di wilayahnya dengan tetap memelihara dan menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Kewenangan tersebut termasuk untuk menyelenggarakan penataan ruang daerah, baik yang meliputi unsur perencanaan, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang “Penataan Ruang”.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, upaya penataan ruang wilayah yang dilakukan di Karawang adalah untuk mewujudkan pemanfaatan sumber daya ruang secara optimal, efektif dan efisien serta serasi dengan penataan ruang nasional, provinsi maupun wilayah sekitarnya, menuju kualitas kehidupan yang lebih baik. “Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Kab. Karawang yang sejahtera berbasis pertanian dan industr,” jelasnya.
Dalam hal ini, lanjut Bupati, proses penyusunan Raperda RTRW Kabupaten Karawang ini berpedoman kepada Visi Kabupaten Karawang yaitu Karawang Sejahtera Berbasis Pembangunan Berkeadilan Dilandasi Iman dan Taqwa. Selain itu, RTRW tersebut juga diselaraskan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat.
Di samping itu, keberadaan Perda RTRW ini juga ditujukan untuk tujuan yang lebih spesifik, yaitu mengoptimalkan dan mensinergikan pemanfaatan sumber daya daerah secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional; meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan; mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; Mewujudkan keseimbangan dan keserasian perkembangan antar wilayah serta antar sektor dalam rangka mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah; menjamin ketersediaan pangan dengan mempertahankan fungsi lahan sawah; serta mengatur struktur dan pola tata ruang yang berlandaskan pada kebijaksanaan kabupaten dan provinsi sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
                                                BELANJA DAERAH APBD 2012 CAPAI 2,143 TRILYUN
Di sisi lain, penetapan Raperda APBD Tahun 2012 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini karena rencana Belanja Daerah pada APBD Tahun 2012 diperkirakan mencapai Rp. 2,143 trilyun. Sementara Pendapatan Daerah pada APBBD 2012 ditargetkan mencapai Rp. 1,862 triliun. Kedua alokasi anggaran tersebut merupakan rekor terbesar dalam Belanja Daerah sepanjang berdirinya Kab. Karawang hingga saat ini.
Menurut Bupati Ade Swara, kebijakan Belanja Daerah pada tahun 2012 akan diprioritaskan pada bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang infrastruktur, bidang administrasi  pemerintahan serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. “Hal ini dilakukan dengan tetap menjaga skala prioritas serta berpedoman pada pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Karawang 2011-2015,” jelasnya.
Bupati melanjutkan bahwa dalam perinciannnya, Belanja Tidak Langsung pada APBD murni Tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp. 1,69 triliun, yang terdiri dari Belanja Pegawai sebesar  Rp. 951,66 milyar, Belanja Hibah sebesar Rp. 31 milyar,Bantuan Sosial Rp. 8 milyar, Belanja Bagi Hasil kepada Pemerintah Desa sebesar Rp. 22,02 milyar yang merupakan Alokasi Dana Desa (ADD), Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa sebesar Rp. 54,23 milyar, serta Belanja Tidak Terduga sebesar Rp. 2,5 milyar.
Sedangkan alokasi anggaran Belanja Langsung pada tahun 2012,lanjut Bupati, direncanakan sebesar Rp. 1,73 trilyun. Pagu anggaran belanja tersebut diarahkan untuk membiayai program kerja Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan oleh 73 SKPD meliputi 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan, serta didukung dengan program dan kegiatan yang bersifat rutin pada masing-masing SKPD. Sementara untuk Pembiayaan Netto pada tahun 2012 diproyeksi sebesar Rp. 280,99 milyar yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Rp. 288,86 milyar yang diperoleh dari estimasi perhitungan silpa tahun 2011, serta Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp. 7,86 milyar yang diperuntukan bagi penyertaan modal sebesar Rp. 852,29 juta, pembayaran restitusi BPHTB Rp. 7 milyar serta pengembalian DPM LUEP tahun 2003/2004 Rp. 13,15 juta.**
 
 

Bupati Karawang Bersama Punggawa Sedang Rapat Diklat

Wednesday, December 21, 2011 4:12 PM

 Keperluan Diklat Dialokasikan Rp 5,04 M di  APBD 2012

KARAWANG -  Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah mengalokasikan anggaran untuk keperluan Diklat mencapai Rp. 5,04 miliar pada APBD Tahun 2011.  Bupati i telah memanggil kepala kantor beserta seluruh jajaran Kantor Diklat Kabupaten setempat  guna melakukan evaluasi terkait berbagai kegiatan diklat yang telah diselenggarakan sepanjang tahun 2011.
Ini dikatakan BupatiKarawang, Rabu (21/12) dalam pelaksanaannya, kegiatan diklat sendiri tidak serta merta dilaksanakan begitu saja, melainkan setiap kegiatan diklat yang dilaksanakan diharuskan memenuhi tiga prinsip utama, yaitu urgensi, berdaya guna dan berhasil guna, serta antisipasi. Prinsip urgensi sendiri dilakukan dalam upaya menyelenggarakan diklat yang benar-benar penting bagi pengembangan organisasi maupun sumber daya manusia aparatur dan non aparatur.
Sedangkan melalui prinsip berdaya guna dan berhasil guna, kegiatan diklat yang dilaksanakan harus memiliki output dan outcome yang bermanfaat bgi kelancaran penyelenggaran tugas-tugas seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dengan penggunaan biaya seefisien mungkin, serta mendukung pencapaian visi dan misi pemerintah daerah. Sementara melalui prinsip Antisipasi, kegiatan diklat yang diselenggarakan harus mampu mengantisipasi perkembangan dinamika pelaksanaan tugas.
Dari berbagai kegiatan diklat yang telah dilakukan, Diklat Prajabatan bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan diklat yang diikuti oleh paling banyak peserta. Sedikitnya sebanyak 241 CPNS telah mengikuti diklat prajabatan sepanjang tahun 2011. Mereka terdiri dari 87 CPNS golongan II dan 156 CPNS golongan III, yang dibagi menjadi 6 angkatan/gelombang. Penyelenggaraan Diklat Prajabatan sendiri diharapkan dapat menciptakan CPNS yang memiliki kompentensi yang sesuai untuk dapat diangkat menjadi PNS.
Selain prajabatan, Pemerintah Kab. Karawang pun telah menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan (Diklat PIM) di berbagai jenjang. Untuk tahun 2011, sebanyak 78 PNS telah mengikuti diklat tersebut, yang antara lain terdiri dari 4 orang mengikuti Diklat PIM Tingkat II, 32 orang mengikuti Diklat PIM Tingkat III, dan 40 orang mengikuti Diklat PIM Tingkat IV. Melalui diklat tersebut, diharapkan dapat menciptakan PNS yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan struktural yang ada.
Kegiatan diklat lainnya yang telah diselenggarakan Pemerintah Daerah adalah sejumlah diklat teknis, yang antara lain Bintek Penyusunan Renstra yang diikuti 70 peserta, Bintek Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah diikuti 40 orang, Diklat Analisis Jabatan diikuti 40 orang, Diklat Satpol P diikuti 40 orang, serta Diklat Pengelolaan Perpustakaan yang diikuti 40 orang. Diklat Teknis ini diselenggarakan untuk menciptakan pengetahuan, wawasam dan keterampilan teknis yang sesuai dengan kompetensi teknis yang diperlukan. (jayadi)

Tuesday, December 20, 2011 6:37 PM

Karawang Masih Memungkinkan untuk Ladang Investasi?
KARAWANG -  Kabupaten Karawang sebagai kawasan industri terbesar se Asia Tenggara masih memungkinkan sebagai ladang investasi?. Ini yang menjadi pertanyaan menyusul belakangan ini pihak pengusaha yang sudah mendapat izin lokasi dan beroprasi sering berurusan dengan pihak aparat di tingkat provinsi karena, dilaporkan telah melanggar prosedur dalam melakukan pembuangan limbah cair maupun padat.
          Ini dikemukakan, Kepala Bidang Pengasawan lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Karawang, Endang, di ruang kerjanya, menyusul dilakukannya penyegelan yang dilakukan pihak berwajib terhadap PT. Bata Kau Shin, di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan. Bukan pabrik bata saja, tapi beberapa pabrik di kawasan itupun, belakangan ini masih ada yang berususan dengan pihak berwajib dan kasusnya masih dalam proses persidangan di PN Karawang. " kami tidak habis fikir kenapa investor disuruh masuk, tetapi mereka yang sudah memegang persyaratan formal masih harus berurusan dengan pihak berwajib di tingat provinsi," kata Kabid Pengawasan BLHD Kabupaten Karawang, Endang, di kantornya.       
       
            Sementara
Pemerintah Daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Karawang menyatakan sudah cukup membuahkan hasil. Kab. Karawang masih dipandang sebagai daerah surga investasi di kalangan pelaku usaha. Hal ini sebagaimana terlihat dalam grafik pertumbuhan industri dan investasi di Kab. Karawang sepanjang tahun 2011 saat
Bahkan, berdasarkan data yang ada, jumlah Industri di Kab. Karawang meningkat sebanyak 181 unit, dari 9.582 unit pada tahun 2010 menjadi 9.763 unit pada tahun 2011. Kenaikan tersebut terdiri dari peningkatan jumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 11 unit menjadi 371 unit, perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 23 unit menjadi 231 unit, perusahaan Non Fasilitas sebanyak 32 unit menjadi 178, serta industri kecil sebanyak 133 unit menjadi 9.001 unit.
Jumlah investasi di Kab. Karawang pun terus menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Mulai dari Rp. 63,783 triliun pada tahun 2007, meningkat menjadi Rp. 86,449 triliun pada tahun 2008, meningkat kembali menjadi Rp. 89,861 triliun pada tahun 2009, terus meningkat menjadi Rp. 96,539 triliun pada tahun 2010, dan menjado Rp. 98,784 triliun pada tahun 2011.
Pertumbuhan tersebut diperkuat dengan jumlah kegiatan ekspor sepanjang tahun 2011 yang mencapai US$ 509.111.555,41,-. Sejumlah negara secara rutin telah menjadi tujuan ekspor bagi produk-produk asal Karawang, diantaranya Amerika Serikat, Jepang, Belgia, India, Pakistan, Singapura, Asia Tenggara, Timur Tengah, Denmark, Belanda, Inggris, Perancis, Australia, Korea, Afrika, China, dan sejumlah negara lainnya. Jumlah tersebut hanyalah sebagian kecil saja, karena merupakan data ekspor yang diambil dari perusahaan yang kantor pusatnya di Karawang. Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar lagi karena banyak perusahaan yang memiliki kantor pusat di Jakarta, sehingga tidak mencatatkan kegiatan ekspornya di Kab. Karawang.
Selain itu, di Kab. Karawang sendiri saat ini telah terdapat 18 kawasan industri, dengan luas mencapai 13.902 hektar, selain Karawang juga memiliki areal zona industri dan daerah khusus industri. Jumlah areal industri yang sangat luas tersebut merupakan salah satu komitmen Kab. Karawang untuk menjadi daerah industri terluas se-Asia Tenggara.  Hal ini merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor  53 Tahun 1989 tentang Pengembangan Kawasan Industri.
Kaitan dengan upaya pengembangan industri kecil, menengah, dan besar, Pemerintah Kab. Karawang telah secara rutin mengadakan kegiatan pengawasan dan pengendalian industru besar dan menengah; fasilitasi sertifikasi halal dan izin Depkes produk industri; pengembangan kemasan bagi industri kecil; kemitraan melalui CSR; pembinaan dan bantuan peralatan industri kecil; pembangunan kios Dekranasda; serta melakukan pembinaaan bagi para pedagang kaki lima, pedagang asongan, dan pedagang empyakan di pasar-pasar tradisional.
Sedangkan dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dan pengamanan perdagangan, Pemerintah Kab. Karawang terus melakukan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa; pengawasan distribusi dan penyaluran bahan kebutuhan pokok masyarakat; sosialisasi cukai dan pemberantasan barang dengan cukai illegal; operasi pasar murah; pengawasan distribusi pupuk dan pestisida; serta penyediaan sambungan listrik desa; Selain itu, Pemerintah Daerah sendiri telah membentuk dan melantik para pengurus Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen sebagai salah satu upaya untuk menjembatani antara konsumen dan produsen tekait permasalahan pada suatu produk.**

Thursday, December 15, 2011 4:24 PM

Anggaran Bidang Pendidikan Dibesarkan di APBD 2012
KARAWANG - Prioritas pembangunan, bidang pendidikan terus menjadi perhatian serius dari Bupati Karawang, H. Ade Swara. Salah satunya terlihat dengan besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan Pemerintah Kab. Karawang untuk pembangunan di bidang pendidikan. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya Rp. 914 miliar telah dialokasikan Pemerintah Kab. Karawang untuk alokasi Belanja Daerah di bidang Pendidikan pada tahun 2011. Hal tersebut terungkap saat pertemuan antara Bupati Ade Swara dan jajaran pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, di Gedung Singaperbangsa Lt. II, Pemda Karawang.
Alokasi anggaran pendidikan yang cukup besar tersebut merupakan salah satu komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kab. Karawang. Selain itu, jumlah alokasi anggaran pendidikan Kab. Karawang yang cukup fantastis tersebut diperkirakan merupakan alokasi anggaran pendidikan terbesar bila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain yang ada di wilayah Indonesia.
Sedangkan bila diprosentasikan, alokasi anggaran tersebut mencapai lebih dari 50 persen dari total APBD Kab. Karawang Tahun 2011 yang jumlahnya mencapai Rp. 1,8 triliun. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sendiri hanya mengamanatkan sebanyak 20 persen untuk alokasi anggaran di bidang pendidikan pada anggaran pendapatan dan belanja di suatu daerah.
Dalam perjalanannya, alokasi anggaran pendidikan di Kab. Karawang dimanfaatkan guna meningkatkan akses dan mutu pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari usia dini hingga tingkat perguruan tinggi dan juga di sektor pendidikan non formal atau luar sekolah. Sektor pendidikan luar sekolah ini mencakup pada program paket kesetaraan A, B, dan C, serta program keaksaraan fungsional dalam rangka memberantas buta aksara.
Beberapa diantara kebijakan yang telah dilakukan tersebut antara lain adalah mengalokasikan anggaran untuk meringankan biaya pendidikan, meningkatkan mutu dan kesejahteraan tenaga pendidik; peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berstandar; pengembangan layanan perpustakaan; meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan luar sekolah; penguatan dan pelaksanaan regulasi, pranata serta norma standar pedoman ketentuan (NPSK) bidang pendidikan; penguatan kelembagaan dan manajemen sumber daya manusia; serta penguatan fungsi perencanaan, evaluasi dan pengendalian program kerja penyelenggaraan pendidikan yang berbasis data dan system informasi.
Dengan beragam kebijakan di berbagai jenjang pendidikan tersebut, perkembangan dunia pendidikan di Kab. Karawang telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dimana untuk tahun ajaran 2010/2011, tingkat kelulusan siswa di tingkat SD dan SMP telah mencapai 100 persen, yaitu sebanyak 38.703 siswa SD sederajat dan 33.097 siswa SMP sederajat. Sedangkan untuk tingkat SMA tingkat kelulusan telah mencapai 99,98 persen, atau sebanyak 17.021 siswa SMA sederajat.
Di sisi lain, dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru, Pemerintah Kab. Karawang telah meningkatkan tunjangan transportasi bagi para guru dan pengawas menjadi Rp. 250 ribu per orang per bulan. Selain itu, khusus untuk guru SD, Pemerintah Daerah juga memberikan insentif tersendiri sebesar Rp. 50 ribu per orang per bulan. Total alokasi anggaran yang disalurkan Pemerintah Kab. Karawang khusus kepada para guru tersebut mencapai Rp. 14,1 miliar per triwulan, atau mencapai Rp. 56,6 miliar per tahun. **







Tuesday, December 13, 2011 4:50 PM

Anggota Korpri Karawang Diberi Kadeudueh

KARAWANG -  Guna memotifasi anggota Korpri agar lebih meningkatkan produktifitas dan gairah kerja serta demi untuk membantu dan meringankan beban serta  menumbuhkan semangat kesetiakawanan sosial, DPK Korpri Kabupaten Karawang memberikan Bantuan Uang Kadeudeh bagi Atlit Porpemda, Juara Pengucap Panca Prasetya Korpri, Juara Lomba Gerak Jalan yang telah dilaksanakan pada acara Peringatan HUT Korpri ke 40 yang lalu, Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Karawang H. Ade Swara saat Apel Pagi PNS di Plaza Pemda Karawang,
Dalam sambutannya Bupati Karawang H. Ade Swara, Selasa (13/12) mengatakan,  bahwa Pelaksanaan Porpemda kemarin, Kabupaten Karawang menduduki posisi ke-9 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, tentunya suatu prestasi yang cukup membanggakan, mengingat untuk menempati posisi terbaik di tingkat Provinsi, memang bukan hal yang mudah, dikarenakan begitu banyak saingan yang mempunyai tekad dan keinginan yang sama untuk mengukir prestasi terbaiknya. akan tetapi, tentunya kita semua berharap agar kedepannya raihan prestasi ini dapat terus ditingkatkan bahkan menjadi yang terbaik sehingga nama Kabupaten Karawang akan lebih harum di mata daerah-daerah lain. Ucapnya
Lebih lanjut Bupati Ade Swara mengatakan bahwa terkait dengan lomba pengucapan panca prasetya korpri, saya tekankan, agar hal ini tidak hanya sekedar sebuah event untuk turut memeriahkan HUT Korpri ke-40, akan tetapi setiap makna yang terkandung dalam panca prasetya korpri hendaknya  dapat dijiwai dan dilaksanakan oleh seluruh anggota korpri kabupaten karawang sebagai salah satu landasan fundamental dalam melaksanakan pengabdian kepada nusa dan bangsa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. hal di atas perlu saya tekankan, mengingat saat ini dan kedepannya masyarakat semakin menghendaki adanya peningkatan pelayanan pemerintahan yang dapat memenuhi rasa keadilan, pengembangan pemberdayaan yang dapat lebih menciptakan kemandiriannya, serta kiprah nyata aparatur pemerintah terhadap pembangunan yang dapat secepatnya mewujudkan kemakmuran sesungguhnya, yang kesemuanya akan terwujud bila setiap anggota korpri memiliki kapasitas,  kapabilitas, dedikasi dan loyalitas tinggi dalam mengemban dan melaksanakan setiap tugas dan kewajibannya. Imbuhnya
Bupati juga menyarankan agar bagi PNS Gol I da II yang mendapatkan bantuan uang Kadeudeuh semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dapat sedikit menggembirakan putra-putrinya, dan semoga semua ini dapat menjadi motifasi kepada putra-putrinya agar terus belajar dan belajar demi menggapai cita-cita yang diharapkan. Pungkasnya.
Dalam Laporannya Ketua Panitia HUT Korpri,Drs.Ahmad Hidayat mengatakan bahwa Penyerahan Hadiah ini merupakan rangkaian acara Peringatan HUT Korpri yaitu Kegiatan Porpemda di Cirebon dan Karawang menduduki peringkat ke 9 dengan perolehan 2 emas yaitu : Cabor Golf an. Agus Mulyana,SE dan Catur an. Purwadi. 1 Perunggu : Tenis Lapang an. Drs. Widjodjo GS. Kemudian Lomba PancaPrasetya Korpri yang dimenangkan oleh Budiman Kantor Diklat, Kari Bag. Hukum, dan Yayat Ahdiyat kantor BPN, sedangkan Gerak Jalan diraih oleh : DWP BPN, Satpol PP, DPPKAD, DWP Disdikpora. Dishubkominfo, dan BP4K, dan pada kesempatan tersebut disampaikan penyerahan bantuan Pendidikan bagi Anggota Korpri PNS Pemkab Karawang.**

Monday, December 12, 2011 3:33 PM

Setelah Lapor ke Mapolda Jabar
Aktivis Lingkungan hidup Langit Biru dan Warga Desa Sukamakmur Akhirnya Demo di Mapolres
KARAWANG - Warga Kampung Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Barat bersama aktivis lingkungan hidup Langit Biru Kabupaten Karawang akhirnya jadi menggelar unjuk sikap di depan Mapolres setempat, Senin (12/12),sikitar pukul 10.00hingga pukul 12.00 Wib  atas keberatan dikirimi limbah B3 berupa ampas di jalan area pesawahan tekhnis, setelah sebelumnya mereka melapor ke Mapolda Jabar. Lewat orasi di luar pagar Mapolres, mereka memohon perlindungan serta bantuan hamba hukum di Polres setempat, untuk menindak pihak pengepul limbah B3 yang membuang limbah B3 seenak perutnya.
           Ali Arifin, lewat orasinya mengungkapkan, masyarakat Kampung Tegalluhur Desa Sukamakmur termasuk desa tertinggal dan mata pencahariannya hanya mengandalkan dari bertani dan menjadi buruh tadi. Jika para pihak berniat membantu melakukan perbaikan infrasstruktur yang selama ini keberadaannya masih rusak, jangan diarug untuk dilakukan pemadatan dengan menggunakan limbah B3 ampas besi. " Kalau berniat memperbaiki jalan cara dilakukan lewat cara cor beton atau dengan aspal hotmix," kata Ali Arifin, Heri dan Dadang.
          Dalam hal ini, kata AliArifin, Heri dan Dadang, agar pihak kepolisian melakukan proses hukum dan menindak tegas oknum pengepul limbah B3 yang membuang di tempat kelahiran kami. Sebab, berdasarkan informasi dari yang berkompeten, bahwa ampas besi tersebut bisa berdampak terhadap tanaman padi yang belakangan ini tengah menguning. " Konon katanya dampak dari ampas besi tersebut bisa mengkerdilkan tanaman," ujar Ali, Heri dan Dadang yang diamini warga Tegalluhur lainnya.
        Para pengunjuk sikap setelah melakukan orasinya kurang lebih satu jam, akhirnya diterima oleh aparat Polres untuk menyampaikan aspirasi lewat forum dialog. " Kami persilahkan perwakilan dari masyarakat Tegalluhur untuk menyampaikan aspirasinya di ruang rapat Reskim polres karawang,' kata anggota polres Karawang.
       Ali Arifin, kepada perwira Polres Karawang lewat forum dialog mengungkapkan, bahwa masyarakat Tegalluhur merasa risau setelah mengetahui ampas besi dipakai mengarug jalan di sekitar area pesawahan tekhnis yang belakangan tanaman padinya sedang tumbuh menguning. Memang dampak dari limbah B3 tersebut belum bisa dirasakan sekarang ini, tetapi ancaman tersebut disinyalir akan terjadi beberapa tahun kemudian.
         Lewat Forum itu juga para delegasi mendesak, agar dalam kasus limbah tersebut segera dilakukan proses hukum terhadap para pelaku pembuang limbah secara sembarang tersebut. " Kami sangat menanti proses penindakan secara yuridis formal oleh jajaran Polres Karawang, sebab jika dibiarkan diduga polah pengepullimbah tadiakan semakin menjadi-jadi dalam melakukan pembuangan barang beracun tersebut," kata Ali,Dan Dadang.
         Atas aspirasi yang disampaikan, jajaran Polres Karawang akan segera melindaklantunya. Namun guna melakukan penindakan sangat diperlukan kerja sama, dengan pihak terkait dan bantuan masyarakat sebagai pengunjuk sikap yang datang mengaku hari ini. " Kami juga perlu bantuan lembaga berkompeten dan masyarakat gunamelakukan proses hukum,"kata  Baur Binop Reskrim Polres Karawang, Iptu, Jamrul Aeni. **

         
  


 
   
 

Friday, December 9, 2011 6:14 PM

Jauh dari Cilegon Bisa Berada di Karawang
Lurah Plawad Pertanyakan Ampas Besi PT. Krakatau Steel Bisa Berada di Wilayahnya
KARAWANG - Kepala Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, M. Muchtar, mempertanyakan adanya ampas besi PT. Krakatau Steel di perkampungan Babakan Gebang Wilayah Kelurahaanya jauh-jauh yang datang  dari Cilegon Banten.. Lebih mengkhawatirkan konon katanya dampak dari limbah B3 tersebut  bisa mengkerdilkan tanaman.
         Dalam hal ini, Muchtar, selaku Kepala Kelurahan Plawad mohon, jika ampas besi itu milik PT. Krakatau Steel, pihaknya minta barang tersebut segera di angkat dan dibersihkan dari lahan tanah bekas petakan sawah tersebut. Dia sebagai penguasa di wilayah keluarahan juga merasa keberatan dengan adanya limbah ampas besi di lahan milik H. Malik, Penduduk, Sadamalun, Kelurahan Nagasari, yang nota benenya seperti diketahui lewat RUTR Kabupaten Karawang masih dipertahannya sebagai daerah pesawahan tekhnis.
      Kemudian jika benar barang tersebut milik  PT. Krakatau Steel, Cilegon, Banten, kata Muchtar, harus juga ikut bertanggungjawab, dalam membersihkan ampas besi yang pernah kelihatan menggunung di sekitar area pesawahan tekhnis tersebut. " Lokasi yang dijadikan tempat penimbunan memang agak jauh dari pemukiman penduduk, tetapi dengan pesawahan tekhnis dan saluran pembuang Cilamaran hanya terhalang oleh tanah "Galengan" (pematang) saja," kata Kepala Kelurahan Plawad, Muchtar, Jumat (9/11) saat ditemui di Lapang Karangpawitan, Karawang.
         Muchtar juga sangat sepaham dengan pernyataan pentolan dari PT. Krakatau Steel, Pak July, bahwa pihak pengepul limbah yang sempat menimbun limbah B3 jenis Steel Slage, akibat perbuatannya bisa digugat secara perdata maupun pidana, meski pihak pengusaha tadi sudah mengantongi surat kelengkapan dari kementrian LH. " Jangan karena karena pengendara itu sudah meliki STNK dan SIM, pak Polisi membiarkan saja meski nerobos lampu merah," ujar Muchtar.
          Aktivis lingkungan Hidup Langit Biru, Ali Arfin, merasa prihatin, dengan sikap aparat penegak hukum di Kabupaten Karawang yang membiarkan pengusaha pengepul limbah B3 tersebut membuang limbah yang disinyalir dilakukan secara sembarang tersebut. Dia berharap pihak aparat penegak hukum juga bisa berpihak kepada masyarakat, meski sudah merasa dekat dengan pengusaha pengepul limbah tersebut." Rakyat hanya bisa berkata, tetapi yang berkompeten melakukan tindakan adalah aparat penegak hukum," tegas Ali Arifin.
          Dari hasil penelusuran aktivis lingkungan hidup LangitBiru, limbah B3 berupa ampas besi, belakangan ini sedang diangkat dari penimbunan Kampung Babakan Gebang Plawad, tetapi setelah diangkat dibuang lagi diperkampungan Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe barat. Bahkan saking banyaknya ampas besi yang diangkat dari lokasi tadi, kini pembuangannya sudah merambah ke beberapa perkampungan di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. **
 



Thursday, December 8, 2011 5:03 PM

 Pekerjaan Nandur di Sawah Sudah Tak Diminati Lagi Kaula Muda di Pedesaan Karawang

KARAWANG - Warga Desa Curug,  mayoritas merupakan ibu-ibu buruh tani kuli "Nandur".  Belakangan ini oleh anak-anaknya terutama lulusan sekolah profesi sebagai kuli nandur sudah ditinggalkan dan tidak diminati lagi.
          Tampaknya, mereka lebih memilih bekerja di kota atau di kawasan dan zona industri, dari pada harus menerima warisan berprofesi sebagai kuli tandur di sawah milik orang lain. " Saya setelah lulus SMA lebih baik melamar pekerjaan, dari pada harus bekerja sebagai kuli nandur," ujar Sarni, salah seorang siwa SMAN Cilamaya.         
            Wakil  Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, guna membangkitkan kembali masyarakat pedesaan untuk menggiatkan dan menarik minat warga pedesaan tidakmeninggalkan profesi sebagai penandur bibit padi di lahan pesawahan tekhnis terjun langsung ikut memprakarsai kebangkitan "Nandur"  padi di lahan sawah tersebut. Wakil Bupati,  dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukannya bersama masyarakat Desa Curug ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Daerah dalam pembangunan sektor pertanian.
        "Terlebih sebagaimana kita ketahui bersama, Kab. Karawang sendiri telah terkenal sebagai daerah pertanian dan telah menjadi lumbung padi Jawa Barat dan nasional," katanya, Kamis (8/11) 
Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana sendiri mengharapkan bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dirinya dapat memotivasi masyarakat Karawang yang sebagaian besar merupakan buruh tani tersebut untuk tidak meninggalkan sektor pertanian dan beralih dengan mencari pekerjaan di sektor industri. “Dari sejarah yang ada, pertanian telah terbukti mampu mensejahterakan para petani dan keluarganya,” tuturnya.
Kepala Desa Curug, Rahita, SE dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana beserta masyarakat Desa Curug ini merupakan yang pertama kalinya. Untuk itu, senada dengan harapan Wakil Bupati, dirinya pun berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Curug dapat terus konsisten membangun sektor pertanian di tingkat desa, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan industri.
Disisi lain, Penyuluh Lapangan Desa Curug, Sadidiah mengatakan bahwa meskipun tidak cukup besar, di Desa Curug terdapat potensi pertanian dan perkebunan yang cukup baik. Total luas areal lahan pertanian dan perkebunan di Desa Curug mencapai 513 Ha, dengantotal luas mencapai sawah 252 hektar. “Tingkat produktifitas padi sendiri setiap tahunnya mencapai 6,5 -7 Ha untuk tiap kali musim tanam,” tambahnya.**
 
  

Wednesday, December 7, 2011 5:54 PM

Kasat Intel Karawang Tolak Beri Izin Aktivis Lingkungan Hidup Unjuk Sikap di Mapolres
 
KARAWANG - Kasat Intel Polres Karawang, AKP. Suherman, menolak memberikan izin unjuk sikap aktivislingkungan hidup langit biru di Mapolres setempat. Padahal, materi aksi yang akan disampaikan hanya untuk memohon perlindungan hukum terkait adanya pembuangan limbah B3 di area pesawahan tekhnis di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Barat.
            Menurut Ali, aktivis lingkungan hidup mengaku merasa kecewa dengan sikap Kasat Intel Polres Karawang, AKP. Suherman yang tidak memberikan izin menyampaikan pendapat di muka umum tersebut. Bahkan Kasat Intel tadi, malah menyarankan agar para aktivis lingkungan hidup menggelar demo di lokasi perusahaan yang membuang ke kawasan pesawahan tekhnis tersebut. " Kami tidak tahu alasan Kasat Intel Karawang itu menolak menyampaikan pendapat di Mapolres," kata Ali Aktivis Lingkungan Hidup Langit Biru di Kabupaten Karawang.
             Ali menjelaskan, dia bersama teman aktivis, Rabu (6/11) menghadp Kasat Intel Karawang AKP. Suherman, guna memohon Izin unjuk sikap,yang akan dilangsungkan, Kamis (6/11) dengan Thema mohon perlindungan hukum pihak Kepolisian Resot tersebut. Aksi tersebut dilakukan karena pelaksanaan pembuangan limbah B3 di area pesawahan tekhnis Desa Sukamakmur, menimbulkan keresahan di tengah petani dan masyarakat warga desa setempat.
             Warga desa bersama aktivis lingkungan hidup Langit Biru, sudah mendapat restu dari Kepala Desa Sukamakmur, Nace, P untuk memohon perlindungan hukum terkait adanya masalah yang dianggap merisaukan para petani dan penduduk Kampung Tegalluhur tersebut. " Pak Kades sudah merestui agar kasus pembuangan limbah B3 di Desanya jikan dianggap melanggar hukum agar segera ditangani pihak kepolisian sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk melakukan penindakn," ujar Ali 
          Karena pihak Intel Polres menolak memberikan izin memberikan pendapatan di mukan umum, kata Ali, Kamis (7/11) sejumlah warga Kampung Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Barat, akan mendatangi pihak Polda Jabar. kedatangan ke Malda, tujuannya sama akan meminta izin untuk menyampaikan pendapat umum terkait dengan munculnya masalah pembuangan limbah B 3 yang dilakukan lewat cara sembarangan itu. " kami akan ke Mapolda Jabar guna menyapaikan masalah pembuangan limbah di area pesawahan tekhnis tersebut," kata Ali yang diamini penduduk Kampung Telahluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Barat. **





              .   
 

Tuesday, December 6, 2011 4:10 PM

Momentum Bagi Dunia Perdidikan di Karawang
Tiga Gedung Sekolah Negeri Berlantai III Rampung Dikerjakan Pembangunan Akhir Tahun 2011
KARAWANG - Tiga gedung sekolah berlantai III pembangunannya rampung dikerjakan Akhir tahun 2011. Tampaknya, ini merupakan momentum bagi dunia pendidikan di Kabupaten Karawang, serta dapat memacu kegiatan belajar baik bagi pendidik maupun anak didiknya.
          Pembangunan sekolah berlantai III tadi, diantaranya, SDN Rengasdengklok Selatan 2, SMAN 5 Karawang dan SMKN I Karawang. Penggunaannya hanya tinggal menunggu peresmian dari Bupati Karawang, H. Ade Swara. " Akhir Desember 2011 ini tiga gedung sekolah tersebut sudah bisa dirampungkan pembangunanya, sekarangpelaksanaan pekerjaan sedang dalam tahap finishing,"  kata  Shengwat, pelaksana pembangunan tiga gedung sekolah tersebut.
          Menurut Shengwat, guna mewujudkan tiga pembangunan sekolah negeri tersebut pihaknya lebih mengedepankan kwalitas dari gedung tersebut. Kemudian proses pelaksanaannyapun diperlukan exsra ketat dan hati-hati, karena yang akan mengisi gedung  itu para pendidik bersama para siswa dan siswi yang diterima melalui seleksi pendaftaran calon  siswa setiap tahun ajaran baru.
          Sementara Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, Drs. H. Asikin, MM, Selasa (6/12) di ruang kerjanya, membenarkan,bahwa ketiga gedung sekolah yang terdiri dari SDN Rengasdengklok Selatan II, SMKN I Karawang dan SMAN 5 Karawang, pembangunannya harus dirampungkan pada akhir tahun 2011,  Kemudian ketiga bangunan gedung sekolah negeri tersebut, untuk pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Shengwat salah seorang rekanan Pemkab, karena dinilai sudah teruji dan mumpuni di bidang kontruksi gedung-gedung bertingkat. " Jika yang mengerjakannya pembaorong shengwat, baik kulitas maupun keberadan bangunan bisa dipertanggungjawabkan," kata Drs. H. Asikin, MM, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang.
           H. Iwan Sutiwan Kadar, salah seorang Tim Sukses bupati terpilih, mengatakan, wajar jika SMAN 5 dan SMKN I bangunan gedungnya ditingkatkan menjadi berlantai III. Kenapa demikian?, karena ke dua sekolah tingkat SLTA tersebut merupakan sekolah faporit di Kabupaten Karawang, dimana setiap tahun ajaran baru banyak diminati calon siswa dari tingkat SLTP se kabupaten negeri lumbung padi. Selain letak georafis ke dua sekolah tingkat SLTA tadi, berada di jalan Bay-pas jantung kota Kabupaten Karawang.
          Kemudian SMAN 5 yang dikepalai oleh Drs. H. Darya dan SMKN I dikepalai , Drs. H. Endang Supriatna, merupakan  dua pemegang tampuk pimpinan sekolah dalam kiprahnya lebih mengedepankan propesionalitas dan sebagai seorang Kasek memiliki standar kompetensi jiwa kepemimpinan. Seperti dimiliki Kasek SMK I, Endang Supriatna, dia juga memiliki kelebihan dalam pengorganisir sekolahnya, dimana mampu dan mewujudkan sekolah SBI (Sekolah Bertarap Internasional) termasuk SMAN 5. **


Sunday, December 4, 2011 5:30 PM

PT. Krakatau Stil, melalui July mengakui, bahwa sebagian limbah b3 yang ditimbun di Kampung Babakan Gebang, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang berasal dari perusahaan tempat bekerjanya. D sini pengusaha pengepul limbah B3 PT. Tenang Jaya diduga telah melakukan kelalain besar. **

Friday, December 2, 2011 4:09 PM

IBU NEGARA TANAM POHON DI CIPULE – KARAWANG 
"Ruang Terbuka Hijau Bagi Penyerapan Air Di Perkotaan". 
KARAWANG -  Guna mengurangi pemanasan global hingga 26 persen, Hj. Ani Bambang Yudhoyono,  Herawati Boediono dan 7 Organisasi Wanita serta Gubernur Jawa Barat dan Bupati Karawang beserta unsur Muspida Bersama melakukan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) tahun 2011 di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Jumat. (2/12)
            GTPTPP tahun 2011 telah dimulai sejak tanggal 19 dan 29 Nov 2011 yang lalu yang dipimpin oleh Ibu Linda Agum Gumelar selaku Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga hari ini total pohon yang ditanam sebanyak 6200 pohon, dipilihnya lokasi ini mengingat situ cipule ini adalah salah satu tempat diselenggarakannya Lomba Dayung pada Sea Games ke 26, dan lokasinya yang gersang, panas, dan penuh dengan eceng gondok.
              Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengucapkan Selamat datang di Karawang Jawa Barat dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini semoga kehadiran Ibu Negara akan memberikan pencerahan dan kontribusi yang nyata bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat umumnya dan Karawang khususnya.
              Dalam sambutannya Ibu Negara mengatakan bahwa Tujuan GPTPP di Karawang ini adalah untuk meningkatkan penyerapan air dengan perluasan ruang terbuka hijau perkotaan, mendorong ditingkatkannya hutan kota bagi paru-paru perkotaan, penyerapan air dan wisata masyarakat, peningkatan pertanian perkotaan bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga, dan memelihara kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sejak awal.
                Lebih lanjut  Ani Yudhoyono mengatakan bahwa Penanaman pohon ini merupakan Bagian dari Program semilyar pohon yang ditargetkan pemerintah. Selama beberapa tahun kedepan, pohon ini diharapkan bisa menjadikan situ Cipule semakin hijau dan rindang, dan semua masyarakat Indonesia tahu bahwa Situ Cipule adalah salah satu lokasi yang digunakan untuk perlombaan Dayung pada SEA Games ke 26 Indonesia. Situ Cipule dengan luas 96 hektar ini dipuji oleh atlet internasional sebagai salah satu danau terbaik untuk venue dayung. Kedepannya, ia berharap situ Cipule bisa dijadikan objek wisata yang bertaraf nasional bahkan international mengingat Situ Cipule ini menjadi saksi bisu perolehan medali emas pertama di ajang SEA Games yanglalu, Ibu Ani juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah agar Situ Cipule dipelihara kebersihan dan keindahannya, dan hari kita akan di menebar 500 ribu benih ikan, dan nantinya ikan-ikan ini bisa dimanfaatkan/dipancing untuk warga masyarakat sekitar, jangan ada krambah yang dimonopoli oleh sekelompok orang. Ucapnya.
               Ani juga menyampaikan bahwa  kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif guna melestarikan alam yang hijau dan asri dan salah satu bentuk mengkampanyekan kebersihan sungai jangan sampe ada “helikopter”, dan berharap kepada Pemerintah Daerah agar memberikan penyuluhan dan mensosialisasikan agar setiap rumah harus ada MCK, atau dibuatkan MCK umum. Karena Apabila Kita Cinta dan Menjaga Bumi maka Bumi akan Mencintai dan Menjaga Kita Ungkapnya.
               Usai membuka secara resmi Ibu  Ani Yudhoyono langsung menuju dan  menanam pohon kenari sedangkan Ibu Herawati Boediono menanam pohon melinjo, Bupati Karawang H. Ade Swara menanam pohon Mangga, Wakil Bupati Karawang dr. Cellica menanam pohon Petai. usai menanam pohon rombongan kemudian menebar benih ikan dan meninjau Mobil Pintar, Sehat, Kreatif, dan Hijau.
Tema yang diusung adalah "Ruang Terbuka Hijau Bagi Penyerapan Air Di Perkotaan". Turut menanam bersama Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono adalah sekitar 1.000 orang yang berasal dari beragam kalangan.
           Dalam wawancaranya Bupati Karawang H. Ade Swara mengatakan terkait dengan himbauan ibu Negara, pada prinsipnya adalah sama, Pemerintah Daerah terus berupaya untuk memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, dan pada hari ini kita menyaksikan bahwa Karawang telah dipilih menjadi lokasi GPTPP tahun 2011, juga insya Allah akan di Bangun Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, Pelabuhan Cilamaya dan Bandar Udara, namun semua butuh kesiapan, dan berharap semua itu tidak lain adalah demi untuk Kesejahteraan masyarakat Karawang. Pungkasnya.**
   

 

© Copyright Liputan Berita Karawang 2011 -2015 | Design by Karawang Berbagi | Published by Karawang Berbagi | Powered by Blogger.com.