Mutiara dari Ujung Pantura Karawang Terkuak di Expo II SMKN I Tirtajaya Ciptakan Motor Tanpa BBM



KARAWANG - Karya anak bangsa dari Pantai Utara (pantura) terkuak di perayaan Karawang Develompment Expo ke II menyusul telah diciptakannya sepeda motor metik tanpa BBM oleh siswa jurusan Tekhnik Sepeda Motor(TSM) SMKN I Tirtajaya, Kecamatan Tirtajaya. Hasil karya SMKN I tersebut terlihat di ruang pamer(Show Room) Stand OPD Dikdikpora Kabupaten Karawang.
        Sepeda motor metik tanpa BBM tersebut, selain diciptakan oleh para siswa jurusan TSM SMKN I Tirtajaya, juga diotaki oleh seorang guru praktek bernama Minin, jebolan STM Budi Utomo Jakarta tahun 1971, asli putra Batujaya, Pantura Karawang. Sebagai obsesi anak SMKN I Tirjaya, mendesainer motor jenis metik tanpa BBM tersebut, agar operasionalnya ramah lingkungan (go green), bebas perawatan, efisiensi, tidak bising dan tidak perlu dicharge.
           Menurut Dedi, Plt kepala Sekolah dan Wakil Kepala sekolah SMKN I, Tirtajaya, Dedi Kurnia, sepeda motor metik tanpa BBM tersebut, menggunakan 4 buah acu 12 vol, dinamo jalan, panbel, dan komponen lainya yang mudah didapat di Kabupaten Karawang itu sendiri. Kemudian lewat operasionalnya tadi, hanya membutuhkan tenaga 50 amper dan masih menyimpan tenaga 150 amper.
              Sepeda motor hasil karya SMKN I, Tirtajaya tersebut, dari mulai rancang bangun hingga siap jalan, menghabiskan waktu sekitar 1 bulan dengan menghabiskan biaya tidak kurang dari Rp 16 juta setiap unitnya. Dia mengakui, sepeda motor tanpa BBM tersebut, baru hanya dilakukan uji coba jarak, antara Wilayah kecamatan Tirtajaya hingga ke wilayah kecamatan Rengasdengklok.
                Plt. Kepala sekolah Dedi, dan Wakasek, Dedi Kurnia, guna menguji sepeda motor tanpa BBM tersebut, akan menempuh rute yang lebih jauh lagi yakni antara Karawang - Bandung. Bahkan, sebelumnya akan diujicobakan dulu untuk menempuh perjalanan yang terjal jakni menuju tanjakan waduk Jatiluhur.
                   Diakui Plt Kepala sekolah dan Wakasek tadi, bahwa sepeda motor hasil karya anak bangsa asli Karawang ini, belum memiliki ijin operasinal dari lembaga yang berkompeten. Hal ini juga sepeda motor tanpa BBM tersebut, belum mendapat legalitas hak paten. " Sepeda motor tanpa BBM karya SMK ini, baru mau ditempuh hak patennya," kata Kasek dan Waksek SMKN I Tirtajaya.
                     Bahkan guna melakukan uji coba jarak tempuhpun, baru akan dilakukan permohonan laik jalan dari pihak kepolisian setempat. " Untuk uji coba jarak tempuh kami terlebih dahulu akan mengajukan permohonan kepada pihak Polres Karawang melalui Disdikpora setempat," pungkasnya.
               Kepala Disdikpora Karawang, Drs. H. Agus Supriatman, sangat mengapreasi hasil karya anak SMKN I Tirtajaya, yang nota benenya sekolah yang jauh dari jantung kota Kabupaten Karawang ini. Bahkan, Agus, atas hasil karya anak didik tersebut, bersikeras akan mempatenkan kendaraan sepeda motor tanpa BBM tersebut. " Saya berharap hasil karya anak SMKN I Tirtajaya, dapat dipersembahkan keberadaannya untuk rakyat Karawang khususnya dan Indonesia pada umumnya," tegasnya.(jay)

Subscribe for latest Apps and Games